Breaking News

Iklan Disini Murah Habis

Restoran Cepat Saji Ini,Ternyata Asli Indonesia

Iklan Disini Murah Banget!

 


Jakarta,Warnaberita.Online- Akhir-akhir ini, banyak restoran cepat saji asing yang diboikot karena diduga mendukung Israel. Terdapat beberapa restoran cepat saji yang sering disangka berasal dari luar negeri, padahal kenyataannya berasal dari Indonesia. Salah satu restoran cepat saji yang sering dikira berasal dari luar negeri adalah Richeese Factory.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, dikutip Kamis (9/11/2023), ternyata Richeese Factory didirikan oleh pengusaha lokal asal Bandung, Jawa Barat. Perusahaan yang mengelola Richeese Factory adalah PT Richeese Kuliner Indonesia (RKI).

Gerai pertama Richeese Factory dibuka di Paris Van Java Mall, Bandung pada 8 Februari 2011. Dengan menu-menu yang menarik, Richeese Factory dapat bersaing dengan restoran cepat saji global yang lebih dulu menguasai bisnis restoran cepat saji di Indonesia.

Pertumbuhan Richeese Factory dapat dibilang sangat pesat. Per Oktober 2023, Richeese Factory telah memiliki 238 gerai yang tersebar di wilayah-wilayah Indonesia dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Richeese Factory bukanlah bisnis yang berdiri sendiri tanpa afiliasi perusahaan lain. Richeese Factory merupakan unit bisnis dari Nabati Group, perusahaan yang memproduksi wafer keju Nabati, sehingga rasa saus keju Richeese Factory memang diadopsi dari wafer keju Nabati "Richeese".

Sebagai informasi, Nabati Group merupakan perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produk-produk makanan ringan, seperti Nabati Wafer, Nextar, Siip, Ahh, dan Time Break. Grup ini juga melakukan diversifikasi ke produk minuman AMO di tahun 2021 dan produk Richeese Mi Instan pada tahun lalu.

Nabati Group merupakan perusahaan yang berkembang dengan pesat. Grup ini mendirikan perusahaan penjualan dan distribusi produknya sendiri, yaitu PT Pinus Merah Abadi untuk pasar domestik dan Nabati Food Pte Ltd untuk pasar mancanegara.

Secara keseluruhan, perusahaan yang berkantor pusat di Bandung ini memiliki sembilan unit bisnis, yang terdiri dari fast moving consumer goods (FMCG), restoran cepat saji, logistik dan distribusi, e-commerce, digital, hingga perusahaan retail.

Sumber:Detik.News.com

0 Komentar