Breaking News

Iklan Disini Murah Habis

Musim Penghujan Sebabkan Banjir Di Silaping Pasaman Barat Sumbar

Iklan Disini Murah Banget!

WarnaBerita.Online, PASAMAN 

Musim hujan telah tiba di sebagian wilayah Indonesia.

Termasuk di Provinsi Sumatera Barat.

Hujan yang terjadi kemarin bahkan menyebabkan banjir di di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (3/11/2023) sore.

Banjir terjadi di Silaping, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Swasta Muhammadiyah Silaping, Subuhadi kepada TribunPadang.com mengatakan banjir besar itu terjadi menjelang Maghrib.

“Hujan lebat mulai pukul 17.00 WIB tadi sore dan ini perdana terjadi, selama ini belum pernah seperti ini,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Jumat (3/11/2023) malam.

Ketinggian air di lingkungan sekolah itu sebutnya mencapai pinggang orang dewasa sehingga merendam kursi dan meja belajar siswa.

“Kalau untuk di jalan lintas Silaping - Air Balam, ketinggian di atas lutut orang dewasa sehingga tidak bisa dilewati kendaraan,” lanjutnya.

Banjir ini diduga berasal dari luapan anak sungai yang berada di dekat daerah itu.

Selain merendam bangunan sekolah itu, beberapa rumah warga menurutnya ikut terdampak namun untuk jumlah belum bisa ia pastikan.

“Rumah warga ada yang terdampak, namun jumlahnya saya belum tahu karena kami masih fokus di sekolah ini,” ucapnya.

Banjir itu sebut Subuhadi hanya berlangsung sebentar saja dan kondisi air sudah kembali surut.

“Air sudah surut namun sampah banyak menumpuk di halaman sekolah ini dan ada juga jalan yang tergerus air,” pungkasnya.

Prediksi BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, bahwa musim kemarau akan segera berakhir mulai akhir Oktober ini di sebagian besar wilayah Indonesia.

Adapun awal musim hujan tidak terjadi secara serentak akibat tingginya keragaman iklim di Indonesia.

Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan secara bertahap akan dimulai awal November 2023.

Sementara itu, puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari tahun 2024.

"Sesuai prediksi BMKG, puncak dampak El Nino terjadi pada bulan September, namun tadi kami juga menganalisis dari data satelit yang terkini, terlihat Oktober ini nampaknya intensitas El Nino belum turun," ujar Kepala BMKG Dwikorta Karnawati, Selasa (3/10/2023), dikutip dari laman BMKG.

Dwikorta mengatakan awal musim hujan berkaitan erat dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia.

Ia menambahkan, Monsun Asia sudah mulai memasuki wilayah Indonesia.

Sehingga diprediksi bulan November akan mulai turun hujan.

Lantaran musim kemarau kering masih belum berakhir.

Dwikorta pun menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

"Masyarakat dimohon selama bulan Oktober ini kondisinya masih kering, maka tidak dibakar pun bisa terbakar. Jadi jangan mencoba-coba untuk dengan sengaja atau tidak sengaja untuk mengakibatkan nyala api karena pemadamannya akan sulit untuk dilakukan," pungkasnya.

Sumber : TribunNews.Online

0 Komentar